Kesuksesan Anda adalah Komitmen Kami

Sebuah KOMUNITAS BISNIS yang TAK TERBELI

Anda adalah dengan siapa Anda bergaul. Dompet Anda adalah rata-rata dari dompet 5 orang terdekat Anda. Siapakah 5 orang terdekat Anda? 

Anda punya anak-anak yang masih remaja atau menjelang usia produktif? Siapa teman-teman terdekat anak Anda? Apakah mereka memiliki pemikiran untuk menjadi karyawan atau pengusaha? 

employee entrepreneur

Buku Rich Dad, Poor Dad menceritakan mengenai seorang ayah miskin yang mengajarkan anaknya untuk sekolah yang tinggi, kemudian mencari pekerjaan yang baik, dan akhirnya bekerja terus hingga pensiun, lalu menghabiskan sisa hidupnya dengan tabungan semasa ia produktif. Pertanyaan berikutnya, Anda ingin anak Anda bekerja keras di awal, di tengah, atau di akhir hidupnya? Atau tiga-tiganya? 

Angka harapan hidup di Indonesia adalah 70 tahun. Jika seseorang menempuh pendidikan hingga S1 saja, biasanya ia baru akan selesai sekolah pada usia 23 tahun. Lalu jika ia langsung mendapatkan pekerjaan, normalnya ia akan bekerja hingga usia 55 sampai 58 tahun. Artinya setengah hidupnya sudah habis terpakai untuk mengabdi pada perusahaan tempat ia bekerja. Jika setelah pensiun baru mau mulai menjadi pengusaha, ia harus memulai segala sesuatunya dari awal lagi, di umur 55 atau 58 tahun. Mungkin tenaga pun sudah tidak sebugar ketika muda. Hingga usaha tersebut stabil dan hasilnya dapat dinikmati, perlu berapa tahun? Sudah di usia berapa saat itu? Masihkan ia dapat menikmati hasilnya secara maksimal? 

human-life-cycle.gif

Pertanyaan terpenting, Anda akan mempersiapkan anak Anda untuk menjadi karyawan atau pengusaha? Mindset yang Anda tanamkan pada anak Anda sangatlah penting bagi masa depan mereka. Jika anak Anda berteman dengan anak-anak yang dibekali dengan mindset untuk menjadi pekerja, maka kemungkinan besar ia akan mengejar goal yang sama. Jika Anda ingin anak Anda memiliki mindset untuk menjadi pebisnis, maka yang dapat Anda berikan buat mereka adalah sebuah komunitas yang berisi para pebisnis. 

Ada sebuah komunitas bisnis yang terdiri dari beragam kalangan, mulai dari pengusaha, pekerja yang memiliki startup bisnis sembari atau setelah beberapa saat bekerja, dokter, mahasiswa, vice president, direktur, manager, guru, dosen, dll. Komunitas bisnis ini memang berasal dari beragam latar belakang, namun memiliki sebuah kesamaan. Mereka adalah orang-orang yang berpikiran positif, berpikir dan berjiwa besar, paham betul empat kuadran penghasilan yang diajarkan oleh Robert Kiyosaki dalam buku Cashflow Quadrant, dan mengerahkan kapasitas dan kemampuan mereka untuk berada di quadrant B (business owner) dan I (investor). Sebagian dari mereka masih bekerja sebagai E (employee) atau S (self-employed), namun mereka sudah paham betul apa yang perlu mereka lakukan untuk bisa naik kuadran ke B atau I.

ESBI

Dan di komunitas ini, satu sama lain saling berbagi mengenai pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan semangat sehingga kemajuan dapat diraih bersama dan dalam waktu yang lebih cepat. Di komunitas ini, setiap individu juga akan mengalami pelatihan pengembangan diri, pelatihan kepemimpinan, kemampuan berbicara di depan umum, dll. Tidak ada biaya bulanan maupun tahunan yang harus dibayar untuk bergabung bersama kami. Kalaupun pertemuan ada yang diadakan di kedai kopi atau rumah makan, masing-masing hanya membayar sesuai pesanan makanan atau minumannya sendiri. 

Awalnya saya hanya berpikiran sedikitnya saya bisa menambah network saya dengan bergabung dengan komunitas ini. Andai suatu saat saya ingin pindah kerja, saya toh sudah akan memiliki kenalan-kenalan yang bagus, para eksekutif papan atas perusahaan-perusahaan ternama. Ternyata yang saya dapatkan jauh lebih daripada apa yang pernah saya bayangkan. Para individu dalam komunitas ini begitu rendah hati dan menyenangkan, menyerupai keluarga sendiri. Andaikata suatu saat ada yang mau bergabung untuk sebuah kerjasama bisnis, di komunitas ini akan lebih mudah memilih partner bisnis karena masing-masing sudah mengenal kepribadian maupun cara kerja tiap individu. 

On Allegro Train

Hari ini saya menulis artikel ini dalam perjalanan dengan kereta dari St. Petersburg, Russia, menuju Helsinki, Finlandia. Dalam perjalanan beberapa hari ini saya merenungkan kejadian empat hari lalu, di hari keberangkatan saya dari Jakarta menuju Russia. Saya menggunakan ATM sebuah bank swasta nasional, sebut saja bank A, untuk mengambil uang tunai dengan kartu ATM yang diterbitkan oleh sebuah bank asing, sebut saja bank B. Mesin ATM telah memotong saldo dan muncul tulisan “please take your money”, atau silakan ambil uang Anda. Namun, katup penutup di mesin ATM tak kunjung terbuka. Kartu ATM pun tak dapat dikeluarkan kembali dari mesin ATM. Segera saya hubungi call center bank A. Sayang sekali, setelah mengetahui bahwa ATM yang tertelan adalah ATM Bank B, pihak call center dengan mudahnya mengatakan “Maaf kami tak bisa bantu. Silakan hubungi saja bank B.” Betapa paniknya saya karena bank B berada nun jauh di negeri tirai bambu. Dan malam ini saya harus berangkat untuk perjalanan dua minggu ke negara lain, yang mana saya sangat membutuhkan kartu ATM itu untuk segala keperluan cashflow selama perjalanan. Gagal dengan call center, saya memutuskan untuk melapor ke kantor cabang bank A. Ternyata sama saja, dengan mudahnya pihak customer service bank A mengatakan bahwa SOP untuk kejadian seperti ini adalah kartu ATM akan dihancurkan saat ditemukan. Tiba-tiba saya teringat ada seorang Vice President bank A di komunitas bisnis kami. Beliau langsung menenangkan saya dan dalam kurang dari lima menit, saya dikabari bahwa kartu ATM bisa diambil besok di kantor pusat bank A. Berita ini saja sudah membuat saya bernafas lega. Ternyata tak lama kemudian, call center menghubungi saya dan mengatakan bahwa kartu ATM dapat diambil hari itu juga. Wow!! Semua ini tentunya tidak mungkin terjadi jika saya tidak bergabung di komunitas bisnis ini. Dari sekedar ekspektasi memiliki network yang bagus, ternyata saya mengalami sendiri pentingnya memiliki komunitas ini. Hal yang tidak mungkin pun menjadi mungkin!

Lebih menarik lagi, di sini kami bukan hanya sekedar belajar dan berkembang bersama, namun secara real juga mengembangkan bisnis masing-masing. Tanpa modal besar, bahkan di bawah Rp 20 juta saja, telah tercipta pebisnis-pebisnis yang mendapatkan profit hingga jutaan bahkan ratusan juta per bulan. Jika Anda ingin mempersiapkan anak Anda untuk memiliki mentalitas pengusaha, kirim anak Anda ke komunitas bisnis kami secepatnya. Hanya dengan memanfaatkan dua jam tiap akhir pekan selama enam bulan, Anda sudah dapat melihat di diri anak Anda perkembangan yang signifikan dalam kemampuan komunikasi, pola pikir, semangat dan kemampuan bekerja dalam tim. Mereka juga akan memiliki pola pikir untuk meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar mereka, bukan hanya kesejahteraan pribadi mereka. 

Bekali anak Anda dengan pendidikan terbaik dan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. 

Komunitas adalah hal yang berbeda dengan sekadar sekolah bisnis. Di sekolah bisnis, anak Anda bisa jadi diajar oleh para akademisi yang mempelajari ilmu-ilmu bisnis melalui sekolah atau buku. Namun, apakah semua ilmu yang mereka pelajari puluhan tahun lalu masih praktis dan up to date di era saat ini? Di komunitas bisnis kami, ilmu yang dibagi adalah best practice dari para praktisi bisnis, yang benar-benar menjalani dunia bisnis, alias pelaku bukan sekedar pengajar. Semua yang dibagi berdasarkan pengalaman terkini, yang jelas mengikuti perkembangan zaman.   

Segera hubungi kami di +62 812 1299 6070 untuk informasi lebih lanjut, atau tulis pertanyaan Anda di halaman Contact Us

Tagged as: , , , ,

Leave a Reply

24 Hours Access

WA : 08 1212 99 6070 | LINE : onesynergy | Email : onesynergystudio@gmail.com
error: Alert: Content is protected !!
%d bloggers like this: