LUPUS – Wanita Usia 15-45 Wajib Tahu

Selena Gomez, Lady Gaga, Toni Braxton, Paula Abdul, Howie Mandel, adalah beberapa nama selebriti yang hidup dengan Lupus. Siapa pun bisa terkena lupus. Namun, jika kamu adalah wanita di usia produktif, kamu wajib tahu lebih dalam mengenai lupus, karena 90% penderita lupus adalah wanita berusia 15-45 tahun.

APA ITU LUPUS? 

Lupus adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan/inflamasi. Penyebabnya adalah sistem kekebalan tubuh pada penderita lupus salah mendeteksi sel-sel sehat sebagai benda asing, sehingga diserang dan dirusak, yang mengakibatkan tubuh mengalami peradangan dan infeksi. Penyakit ini disebut kronis karena gejalanya dapat terjadi dalam jangka waktu lebih dari enam bulan, bahkan bertahun-tahun. Bisa pula gejalanya mereda beberapa saat, lalu datang kembali.

Peradangan bisa mempengaruhi organ lain, seperti jaringan kulit, sistem syaraf, sendi, jantung, pembuluh darah, sistem pencernaan, paru-paru, hati, otak, mata, ginjal, dll.

Penyakit ini bisa sangat parah hingga mengancam kehidupan penderitanya. Maka penting untuk mengenali gejalanya. Meski gejala yang terjadi pada tiap penderita bisa berbeda, biasanya gejala umum yang terjadi adalah:

  • demam
  • badan pegal-pegal
  • nyeri pada sendi & tubuh
  • muncul bercak merah pada wajah, menyerupai bentuk kupu-kupu
  • kulit mudah terbakar saat terkena sinar matahari
  • kesulitan bernafas
  • mata kering
  • nyeri di dada
  • sakit kepala
  • berkurangnya memori
  • tekanan darah naik
  • urine berwarna gelap atau ada darah

APA PENYEBAB LUPUS? 

Saat ini penyebab dari penyakit lupus belum dapat dipastikan. Beberapa faktor yang diduga menjadi kombinasi penyebab lupus adalah:

  • Lingkungan – rokok, stress, toksin
  • Genetik – memiliki riwayat lupus dalam keluarga sedikit meningkatkan potensi terkena lupus
  • Hormon – peningkatan hormon estrogen secara abnormal dapat berkontribusi pada munculnya lupus
  • Infeksi – penelitian medis masih dilakukan untuk melihat hubungan antara infeksi cytomegalovirus, Epstein-Barr, dan hepatitis C dengan lupus
  • Obat-obatan – penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang seperti hydralazine (Apresoline), procainamide (Procanbid), dan quinidine juga diduga berhubungan dengan terjadinya lupus

BAGAIMANA PENANGANAN LUPUS? 

Apakah lupus dapat disembuhkan 100%? Saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penderita lupus. Namun, 80-90% penderita lupus dapat hidup normal dengan perawatan dan kontrol medis.

Biasanya penderita lupus akan ditangani dengan pemberian obat untuk meringankan gejala yang dialami, seperti:

– Pemberian obat anti radang non-steroid

– Obat anti-malaria

– Kortikosteroid

– Imunosupresan

Selain itu, penderita lupus juga akan diberikan obat-obatan untuk:

– Mencegah timbulnya gejala lupus

– Mengurangi gejala yang ditimbulkan

– Terapi untuk menghindari komplikasi

– Mengurangi terjadinya pembengkakan

– Menenangkan sistem imunitas tubuh

APA DIET YANG COCOK UNTUK PENDERITA LUPUS? 

Penderita lupus disarankan menjauhi:

  • Alkohol – karena dapat menyebabkan pendarahan di sistem pencernaan
  • Makanan tinggi garam & kolesterol – menghindari kembung karena penggunaan kortikosteroid
  • Alfalfa – karena dapat meningkatkan peradangan

Makanan yang disarankan adalah:

  • Makanan tinggi omega-3 dan fatty acid, seperti salmon, tuna, ikan kembung
  • Makanan tinggi kalsium, seperti susu rendah lemak
  • Sumber karbohidrat bulir utuh
  • Sayur dan buah-buahan

BAGAIMANA DOKTER BIASANYA MENDIAGNOSA PENDERITA LUPUS? 

Dokter akan memperhatikan gejala-gejala yang dialami pasien, memeriksa histori medisnya, dan melakukan beberapa pengujian seperti:

  • Tes laboratorium – uji lengkap komponen darah, untuk mengukur jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Ada pula dokter yang meminta untuk dilakukan tes erythrocyte sedimentation rate, protein, anti-nuklir antibodi untuk indikasi peningkatan aktivitas sistem kekebalan tubuh.
  • Sinar-X dan echocardiogram – untuk mendeteksi penumpukan cairan di sekitar jantung.
  • Biopsi – untuk melihat apakah bentuk sel di area rash menyerupai sel penderita lupus

ADAKAH SUPLEMEN NON OBAT-OBATAN YANG BISA MEMBANTU PENDERITA LUPUS?

applescplus

Applesc Plus 

Salah satu bahan aktif dari Applesc Plus adalah Glutathione, yang merupakan antioksidan dan berfungsi untuk menekan stres oksidatif sehingga peristiwa kambuh dapat ditekan.

Bahan aktif lainnya adalah Viqua, super-antioksidan dengan zat aktif utama punikalagin, asam elagik, dan sebagainya yang dibalut dengan nanopartikel untuk bisa dikirim ke dalam sel. Bahan aktif ini juga menekan stress oksidatif dan inflamasi.

Applesc Plus adalah makanan fungsional yang sangat bermanfaat bagi konsumennya. Meski bukan obat, beberapa penderita lupus telah merasakan kemajuan dan peningkatan kualitas hidup. Berikut ini adalah beberapa pengalaman dari mereka:

IMG_5724IMG_5725IMG_5726 2IMG_5729IMG_5728IMG_5727

Jika Anda ingin mengkonsumsi Applesc Plus, pastikan Anda membeli yang ASLI, ditandai dengan QR code di box, yang bisa Anda cek keasliannya di website www.biogreenvalidasi.com.

Untuk manfaat lainnya, atau konsultasi terlebih dahulu, silakan klik bit.ly/konsultasi_order_responcepat.

Leave a Reply