Dropshipper VS. Reseller – Mana yang Kamu Banget?

Banyak anak muda yang sukses berbisnis online hingga terbeli rumah, mobil mewah, dll. Konon kabarnya mereka modalnya dari nyaris nol. Memang tidak semua orang punya modal untuk berbisnis. Namun, punya keinginan untuk mengangkat kesejahteraan keluarga boleh dong? Apalagi kalau bisa membantu perekonomian banyak orang lain juga, selain keluarga. Pahalanya besar loh… 

Lalu bagaimana memulainya? Hal-hal dasar yang harus ada apa saja? 

  1. Smartphone – kamu punya dong? 
  2. Koneksi internet – ada kuota atau tempat nongkrong free-wifi? Minimarket juga boleh lah.. 
  3. Niat – nah ini kalau ngga ada, kelar sudah… Karena segala sesuatu butuh waktu untuk dipelajari dan dipraktekkan. Kalau niatnya kurang, yang ada akan cari-cari alasan untuk gak seriusin bisnis apapun yang dikerjakan
  4. Modal – bisa dari segi investasi waktu, buat belajar maupun bikin kontent, budget buat iklan, atau beli domain buat bikin website, pendaftaran sebagai dropshipper, dll. Bohong lah kalau bisnis gak pakai modal sama sekali. Pasti tetap ada modal, tinggal nilainya saja seberapa besar.

Kalau 4 hal di atas sudah ada, lalu apa yang dijual? Kalau produksi sendiri mentok di ide atau modal, bisa jual produk milik orang lain. Sistem Dropship maupun Reseller sama-sama menjual barang milik orang lain. 

Dropship VS. Reseller

Dropship adalah suatu teknik atau cara untuk melakukan pemasaran secara online, di mana para si penjual tidak perlu stok barang sama sekali. Begitu dapat orderan, maka  penjual akan langsung meneruskan orderan itu beserta dengan detail pengirimannya kepada produsen, supplier maupun distributor yang bekerjasama dengan dia.

Sedangkan reseller, meski sama-sama menjual suatu produk dari distributor, supplier maupun produsen yang juga bekerjasama dengannya, harus keluar modal lebih karena membeli terlebih dulu stok barang yang kemudian ia jual lagi. Tentunya dari segi margin, reseller bisa dapat lebih besar karena pembelian reseller biasanya jumlahnya lebih besar. 

Masih bingung? Baik.. kami buat perbedaannya per poin ya.

  1. Stok Barang
    • Seorang reseller membeli stok terlebih dahulu dengan jumlah barang yang banyak kepada produsen, supplier maupun distributor supaya harga barang yang didapat bisa kompetitif. 

    • Seorang dropshipper tidak perlu repot-repot stok barang. Dropshipper hanya fokus pada promosi barang untuk mendapatkan konsumen saja, kemudian saat ada orderan dari konsumen, maka seorang dropshipper akan langsung meneruskan orderan tersebut beserta detail pengirimannya kepada distributor, supplier maupun produsen.

  2. Modal
    • Karena reseller harus punya stok barang dalam jumlah yang banyak maka tentunya harus punya modal yang cukup.
    • Sedangkan dropshipper hanya menggunakan modal pulsa maupun kuota internet saja. Jadi nyaris dropshipper tidak butuh modal sepeserpun.
  3. Keuntungan
    • Reseller punya  margin / keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan dropshipper, karena reseller mendapatkan harga yang kompetitif mengimbangi kuantitas pembelian yang lebih besar.
  4. Strategi Pemasaran
    • Karena punya stok, reseller bisa menawarkan barang-barang yang akan dijual secara langsung/offline. 
    • Karena dropshipper tidak punya stok, biasanya dropshipper fokus memasarkan produk-produknya melalui sosial media seperti instagram, marketplace, website dan sebagainya.
  5. Risiko
    • Stok = resiko. Apabila stok barang-barang itu sudah tidak laku lagi untuk dijual, maka reseller punya risiko mengalami kerugian. 
    • Sedangkan dropshipper tidak ada risiko kerugian jika barang-barang yang dipasarkannya tidak laku.
  6. Pekerjaan
    • Selain menjual, reseller akan melakukan pengemasan atau packing barang dan pengiriman barang ke alamat pembeli.
    • Sedangkan dropshipper tidak perlu repot-repot dalam packing barang maupun pergi ke agen pengiriman.

Kamu sendiri lebih suka yang mana, setelah tahu plus dan minus masing-masing? Kalau benar-benar mau start cepat memang lebih mudah dropshipper ya.. Caranya pun hanya  mencari supplier serta mendaftarkan diri sebagai seorang dropshipper.

Untuk pendaftarannya biasanya tidak mahal, kalaupun dikenakan biaya. Namun enaknya tidak ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Setelah itu tinggal fokus deh pasarkan produk-produk yang ada di katalog produk dari supplier yang sudah bekerjasama dengan kamu.

Mau jadi dropshipper, lalu kerja sama dengan siapa? Cari supplier yang produknya bagus, ready stok, legalitasnya lengkap, dan reputasinya bagus dong. Salah satu yang highly recommended misalnya Biogreen Science, yang produknya sudah mulai dikenal dan digandrungi banyak orang, dan bahkan sudah mulai menembus pasar mancanegara. 

Bagaimana cara jadi dropshipper Biogreen Science?

Kalau kamu punya smartphone, punya koneksi internet, punya niat, dan punya modal Rp 60.000, kamu bisa jadi dropshipper Biogreen Science.

Caranya, kamu tinggal transfer biaya registrasi dropshipper senilai Rp 60.000 ke BCA PT Bio Organik Nusantara No. Rek. 428 165 9558. Lalu kirimkan bukti transfer beserta data ke bit.ly/bisnisdigital_diajarin untuk kami registrasikan sebagai dropshipper resmi Biogreen Science. Data yang diperlukan antara lain:

  • Nama
  • Nomor KTP
  • Nomor HP 
  • Alamat email

Nah, begitu terdaftar sebagai dropshipper Biogreen, kamu langsung dapat sms dari Biogreen untuk mendapatkan akses login dropshipper. Otomatis juga kamu langsung bisa melakukan penjualan. Nah, dari tiap-tiap barang yang nantinya akan kamu jual, maka di sana akan ada komisi yang bisa kamu dapatkan. Nilainya lumayan lho, di atas 10% dari nilai produk. Jadi, semakin banyak jumlah barang-barang yang berhasil kamu jual, maka akan semakin banyak pula komisi yang bisa kamu dapatkan. Kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkan apa yang harus dijadikan konten untuk posting, karena setelah daftar ke bit.ly/bisnisdigital_diajarin, kamu akan di add ke group whatsapp yang setiap harinya di-supply dengan konten harian buat posting IG, IG story, tips-tips jualan, desain landing page siap pakai, dan pelatihan online setiap minggu untuk memastikan kamu bisa dapat income online dan semua pertanyaan kamu terjawab. 

Begini kurang lebih sistem dropshipper Biogreen Science kalau digambarkan:

Dropshipper Biogreen Science

Kalau kamu masih sekolah atau kuliah, atau bahkan kerja, tenang asaja, karena bisnis dropshipper Biogreen ini termasuk ke dalam bisnis online yang sangat fleksibel. Kamu bisa menjalankan bisnis dropshipping ini di sela-sela waktu luang kamu. Siapapun bisa menjadikan ini sebagai pekerjaan paruh waktu atau pekerjaan sambilan.

Jadi, bagaimana apakah kamu mau mendapatkan penghasilan tambahan yang besar namun kerja dengan sangat mudah dan fleksibel? Solusinya ya dengan ikut menjadi dropshipper Biogreen. Dijamin dengan menjadi dropshipper Biogreen, maka kamu bisa nambah-nambah penghasilan kamu. Yuk buruan action, langsung klik bit.ly/bisnisdigital_diajarin, mulai aja dulu. 

CS1 : +62 812-8531-9145 (WA/Telegram/Call)

CS2 : +62 815-1612-295 (WA/Telegram/Call)

CS3: +62 812-1299-6070 (WA only)